Lomba Mading Kembali Semarakkan Gema Idul Adha 1447H


Banner Post

Pekanbaru, 6 Dzulhijjah 1447H bersamaan dengan 23 Mei 2026 — Suasana teras SMA Babussalam Pekanbaru dipenuhi warna, kreativitas, dan semangat kebersamaan saat sekolah itu kembali menggelar lomba mendesain mading dalam rangka menyemarakkan gema Idul Adha 1447H. Kegiatan yang berlangsung hangat ini menghadirkan tampilan mading bertema hari raya sebagai wujud ekspresi keagamaan dan estetika santri.


Lomba mading diikuti oleh seluruh perwakilan kelas X dan XI, masing-masing mengirimkan tim beranggotakan empat santri. Para peserta memadukan nilai-nilai keislaman, pesan sosial tentang qurban, serta ragam kreativitas visual; dari ilustrasi narasi tentang keteladanan Nabi Ibrahim hingga infografis yang menjelaskan makna berbagi dan tanggung jawab sosial. Hasil karya tak hanya menarik mata, tetapi juga menyentuh nilai-nilai spiritual yang relevan dengan momentum Idul Adha.


Dewan juri yang ditugaskan untuk menilai karya-karya tersebut adalah guru dan karyawan yang kompeten: Muhammad Arief, S.IP., M.M., Ahmad Sidiq, M.Pd., dan Syaifuddin Zuhri, SE. Ketiganya menyoroti aspek orisinalitas, kedalaman pesan, serta kualitas penyajian visual sebagai kriteria utama penilaian. Selain memberikan penilaian, para juri juga berbagi masukan membangun untuk memperkaya keterampilan komunikasi visual santri.


Wakil Kepala Sekolah bidang kesantrian, Maimurni, S.Pd., menyampaikan harapannya pada kegiatan ini. “Semoga lomba mading ini menambah semangat dan kegembiraan dalam menyambut Idul Adha tahun ini. Melalui kreativitas, santri dapat memperdalam pemahaman mereka tentang nilai-nilai qurban, sekaligus belajar bekerja sama dan menghargai perspektif berbeda,” ujarnya. Pernyataan itu menggarisbawahi tujuan pendidikan holistik yang ingin diwujudkan sekolah menggabungkan aspek intelektual, karakter, dan estetika.


Kegiatan yang digelar di teras sekolah ini juga menjadi wadah interaksi antarkelas dan kesempatan bagi para santri untuk memamerkan bakat seni serta kemampuan berdiskusi tentang nilai-nilai keagamaan dalam format kreatif. Suasana lomba yang penuh antusiasme menimbulkan resonansi positif di kalangan santri dan guru, menjadikan momen persiapan Idul Adha lebih bermakna.


Lomba mading SMA Babussalam Pekanbaru kembali membuktikan bahwa tradisi kecil sekolah mampu memperkuat semangat kebersamaan sekaligus mendidik generasi muda untuk menerjemahkan nilai-nilai agama dalam karya nyata. Semoga gema Idul Adha yang dihidupkan melalui kreativitas ini terus menginspirasi komunitas sekolah dan masyarakat sekitar.(*)