Pengurus Yayasan Berikan Arahan Kepada Ustadz dan Ustadzah Pengampu Mata Pelajaran Kepesantrenan (Pondok) SMA dan SMP Babussalam Pekanbaru


Banner Post

Pekanbaru, 09 Mei 2026 – Dalam semangat membangun generasi santri yang tangguh dan berilmu, Sekretaris Eksekutif Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan Pondok Pesantren Babussalam Pekanbaru, menyampaikan arahan inspiratif kepada seluruh ustadz dan ustadzah pengampu mata pelajaran kepesantrenan di Perpustakaan Sekolah SMA Babussalam Pekanbaru. Kegiatan ini menjadi momen berharga untuk menyatukan visi pendidikan Islam yang holistik dan berkelanjutan.


Beliau menekankan pentingnya kesinambungan dalam pengajaran mata pelajaran pondok untuk jenjang SMP dan SMA. Buku ajar dan materi harus selaras dengan program pembelajaran tambahan di Asrama, menciptakan ekosistem belajar yang utuh. Rekomendasi beliau adalah Kitab Safinatun Najah karya Syekh Salim bin Abdullah bin Said bin Sumair Al-Hadhrami Asy-Syafi'i dan Kitab Al-Arba'in An-Nawawiyah karya  Abu Zakaria Yahya bin Syaraf bin Murri bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jumah bin Hizam an-Nawawi. Bagi santri SMP, fokus ditekankan pada pemahaman terjemahan yang mendalam. Sementara di SMA, pengajaran naik level: tidak hanya terjemahan, tapi juga penguasaan teks, analisis kajian ketatabahasaaraban, syarah serta penghafalan mutqin (permanen).

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Sekolah SMA Babussalam Pekanbaru, Ustadz Salahuddin, S.Ag., M.Pd., yang menyambut baik inisiatif ini. "Arahan ini membuka jalan bagi pembelajaran keagamaan yang lebih efektif dan efisien," ujarnya penuh harap. "Kami berdoa agar mata pelajaran kepesantrenan melahirkan santri-santri unggul, yang tak hanya hafal kitab, tapi juga hidupkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari."

Momen ini mengingatkan kita bahwa pendidikan pesantren bukan sekadar transfer ilmu, melainkan penanaman benih kebaikan yang abadi. Dengan arahan visioner seperti ini, Pondok Pesantren Babussalam terus menjadi mercusuar inspirasi bagi generasi muda Pekanbaru (*)