Pekanbaru, 12 Juli 2026 — SMA Babussalam Pekanbaru menggelar acara Temu Ramah dan Silaturrahim untuk orang tua dan wali santri baru pada Ahad, 12 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan Sekolah ini hadirkan suasana hangat dan penuh harapan, menjadi titik awal kerja sama antara keluarga dan lembaga pendidikan dalam mendampingi perjalanan akademik dan spiritual para santri.
Acara dipandu dengan lugas oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Ustadz Khairul Akmal, S.Pd., yang membuka pertemuan dengan menyampaikan tujuan utama kegiatan: mempererat komunikasi, memberikan informasi menyeluruh tentang proses pembelajaran, serta membangun sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik generasi muda yang berakhlak mulia.

Paparan kurikulum disampaikan oleh perwakilan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Ustadz Juarman, S.Pd., M.Pd. Beliau menjelaskan bahwa SMA Babussalam mengimplementasikan kurikulum terpadu yang memadukan Kurikulum Dikdasmen (Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam/Deep Learning) dan kurikulum pondok pesantren. Dengan model terpadu ini, sekolah bertujuan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik tetapi juga kuat dalam pengamalan nilai-nilai keagamaan. Ustadz Juarman menambahkan bahwa rapor dan ijazah yang akan diperoleh santri saat tamat terdiri dari dua jenis: raport dan ijazah umum serta raport dan ijazah pondok, sehingga membuka akses formal dan keagamaan bagi para alumni.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Ustadz Salahuddin, S.Ag., M.Pd., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh orang tua dan wali santri baru serta mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada SMA Babussalam. “Terima kasih telah memilih SMA Babussalam sebagai mitra pendidikan bagi putra-putri Bapak/Ibu. Kami berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan semaksimal mungkin,” ujarnya. Kepala sekolah menegaskan visi lembaga: mengantarkan santri menuju kesuksesan dunia dan akhirat melalui pendidikan yang menanamkan iman, ilmu, amal, dan akhlak mulia.
Menjawab tantangan zaman dan kebutuhan persiapan akademik, Ustadz Salahuddin juga mengumumkan penguatan strategi pembinaan bagi santri khususnya kelas XI dan XII. Tahun ini sekolah akan memperintensif persiapan menghadapi asesmen dan seleksi nasional, termasuk Asesmen Nasional (AN), Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026/2027. Langkah ini dirancang untuk memastikan santri tidak hanya siap menghadapi ujian standar nasional, tetapi juga mampu bersaing di jenjang pendidikan tinggi.

Acara diperdalam dengan sesi tanya jawab yang hidup, di mana orang tua mengajukan beragam pertanyaan terkait kurikulum, jadwal pembelajaran, layanan asrama, serta dukungan psikososial bagi santri. Para narasumber memberikan jawaban komprehensif dan praktis, memperkuat keyakinan orang tua bahwa putra-putri mereka berada dalam lingkungan yang mendukung perkembangan holistik.
Temu Ramah dan Silaturrahim ini menyisakan kesan positif: komitmen kuat sekolah, keterbukaan komunikasi, dan kebersamaan antara keluarga serta lembaga pendidikan. Dengan sinergi itu, SMA Babussalam Pekanbaru berharap dapat menumbuhkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
Acara Temu Ramah ditutup dengan do'a bersama yang dipadu oleh ustadz Rahmadin Fajri, Lc lulusan Universitas Al-Wasathiyah Yaman, guru dan juga alumni SMA Babussalam Pekanbaru (*)